7 Risiko Usaha Yang Harus Diperhatikan Setiap Bisnis

Saat memulai bisnis, tentu anda membutuhkan keuletan, keberanian, serta manajemen hingga strategi yang baik dan sesuai. Walaupun anda sudah mempersiapkannya dengan matang, tetap saja anda tidak bisa terhindar dari risiko usaha yang pasti akan selalu ada.

Seorang pebisnis harus siap dengan risiko bisnis yang akan terjadi cepat atau lambat, tergantung strategi atau manajemen usahanya sendiri. Sebenarnya, risiko ini bisa anda minimalisir, kalau anda bisa mengenal risiko yang ada dengan sebaik mungkin.

Oleh karena itu, sebelum anda mengalami risiko di usaha yang sedang berjalan, alangkah lebih baik jika menyimak informasinya berikut ini.

Mengenal Risiko Usaha

Risiko usaha merupakan tindakan yang berhubungan dengan suatu kemungkinan akan muncul kerugian tak terduga dan memang tidak kita harapkan terjadi. Kemungkinan munculnya risiko ini terjadi karena beberapa faktor seperti, manajemen, sistem perusahaan, serta strategi yang kurang baik.

Bukan hanya itu, risiko usaha bisa terjadi karena faktor individu dari karyawannya sendiri. Menurut Abbas Salim, adanya risiko terjadi karena 3 hal yang mempengaruhinya yaitu, ketidakpastian secara ekonomi, ketidakpastian oleh alam, serta ketidakpastian yang disebabkan oleh perilaku manusia.

Jika kita lihat dari jenis kerugian yang terjadi pada risiko usaha, maka daat kita bedakan menjadi 2 kategori, yaitu:

Risiko Spekulatif

Risiko spekulatif merupakan risiko yang memiliki dua kemungkinan terjadi yaitu, peluang untung, maupun peluang rugi.

Contoh dari risiko ini adalah adanya kegiatan pada bursa efek yaitu pembelian saham. Dalam bursa efek ini, anda akan mengenal istilah dividen yang berarti peluang keuntungan. Maksudnya, seorang pemegang saham nantinya bisa mendapatkan untung dari pembagian saham yang sudah terbit dari sebuah perusahaan.

Sementara itu, untuk peluang ruginya sendiri yaitu, apabila sebuah perusahaan menerbitkan saham, kemudian dibeli oleh pemegang saham yang sedang mengalami kerugian besar, maka dipastikan perusahaan penerbitan saham itu bisa mengalami kebangkrutan.

Risiko Murni

Risiko murni ini disebabkan oleh keadaan yang jika terjadi akan berdampak merugikan, namun jika tidak terjadi, tidak akan mengalami kerugian atau keuntungan apapun. Apabila terjadi break event, seperti pencurian, kebakaran, bencana alam atau kecelakaan, maka akan ada dua akibat yang terjadi setelah itu.

Pertama, perusahaan atau bidang usaha akan tutup sementara karena akan adanya perbaikan, serta pemulihan lebih dulu. Kedua, bisnis yang anda jalankan bisa saja tutup permanen karena alami kebangkrutan, setelah mengalami masalah yang merugikan.

7 Jenis Risiko Usaha

Ada 7 jenis risiko usaha yang perlu anda ketahui, risiko tersebut adalah sebagai berikut.

Risiko Usaha Ekonomi

Risiko ekonomi merupakan suatu hal yang sering terjadi dan akan mengakibatkan dampak buruk pada aspek keuangan perusahaan yang mengalaminya. Dampak darirRisiko ini bahkan bisa menyebabkan kerugian likuiditas penjualan, serta modal usaha menjadi turun drastis.

Untuk mengantisipasi hal ini, pastikan anda memiliki dana darurat perusahaan atau bidang bisnis, sehingga tidak mengalami risiko yang terlalu besar. Pastikan juga bahwa anda menjual produk sesuai permintaan pasar, sehingga bisa segera laris, tanpa harus menyisakkan produk dengan jumlah banyak.

Risiko Kepatuhan (Compliance)

Risiko ini terjadi ketika anda tidak patuh terhadap peraturan, regulasi atau hukum yang sudah mendapatkan penetapan oleh pemerintah setempat, baik secara tertulis maupun tidak tertulis.

risiko usaha compliance

Untuk mengantisipasi terjadinya risiko kepatuhan, anda bisa menjalankan bisnis secara bertahap, serta mempelajari bisnis dengan masa depan yang panjang. Selain itu, perhatikan juga kerugian serta manfaat yang akan timbul bagi masyarakat sekitar, apakah tidak bertentangan dengan adat istiadat berlaku, atau malah justru bertentangan, sehingga membuat kita terpaksa harus membangun bisnis baru kembali.

Risiko Usaha dari Keamanan dan Penipuan

Risiko ini terjadi karena keamanan bisnis yang masih lemah, sehingga mudah terkena penipuan oleh pihak tak bertanggungjawab. Jika sudah tertipu, tentu anda akan rugi dan bisnis menjadi lemah.

risiko penipuan

Biar gak terkena risiko ini, pastikan anda membangun bisnis dengan keamanan kuat, sehingga terrhindar dari berbagai macam penipuan yang datang menghampiri. Anda juga jangan terlalu percaya dengan orang yang tidak anda kenal agar tidak tertipu atau terkena masalah lainnya.

Risiko Usaha Finansial

Ketika memiliki usaha atau bisnis, berarti anda sudah siap dengan resiko ketidakpastian pendapatan usaha. Bisnis yang sedang anda jalankan, tidak selamanya memiliki untung besar terus menerus.

risiko usaha finansial

Anda perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko finansial, lalu menyiapkan solusi atau langkah penyelesaian, sehingga tidak mengalami kerugian yang besar.

Risiko Reputasi

Risiko reputasi ini terjadi ketika nama perusahaan atau bisnis sudah tercoreng buruk. Hal ini tentu bisa menyebabkan kerugian, salah satunya kehilangan kepercayaan dari para pelanggan.

Apabila reputasi bisnis rusak, maka anda akan melihat banyak kerugian dalam waktu singkat. Untuk menghindari hal tersebut, anda harus menjaga nama baik perusahaan, serta menegaskan kepada semua karyawan agar berlaku baik, di dalam maupun luar perusahaan.

Anda juga harus tetap menjaga kualitas produk tetap prima, sehingga pelanggan tetap percaya kepada bisnis anda karena kualitas serta keunggulannya tidak ada yang menandingi.

Risiko Operasional

Risiko operasional lebih mengarah kepada sebuah kegagalan yang sangat tidak kita harapkan, dan biasa terjadi pada kegiatan sehari-hari perusahaan. Ini terjadi karena terdapat beberapa masalah seperti, server yang sudah eror, mesin tidak berfungsi baik, hingga masalah karyawan atau proses pada kegiatan operasional.

Untuk mencegah terjadinya risiko operasional, anda bisa menggunakan SDM atau Sumber Daya Manusia yang terlatih dan kompeten di bidangnya. Sehingga, risiko operasional ini dapat perusahaan minimalisir, serta membuat bisnis kembali berjalan dengan normal.

Risiko Kompetisi

Risiko ini biasanya terjadi karena adanya kompetisi atau persaingan pada usaha dengan gaya hidup konsumen. Setiap harinya, saingan anda dalam menjalankan bisnis tentu bukan satu atau dua orang saja. Terdapat ratusan juta orang  yang memiliki produk seperti yang anda miliki, sehingga anda harus memasarkan produk dengan sebaik mungkin.

Untuk terhindar dari risiko ini, pastikan anda bisa berkompetisi di pasar dengan jujur dan kreatif. Buatlah ciri khas dari produk yang anda jual, serta lakukan promosi dengan cara menggiurkan, sehingga mengundang konsumen untuk segera membelinya.

Kesimpulan

Risiko usaha memang wajib diketahui oleh semua orang, bukan hanya pelaku bisnis saja. Saat seseorang sudah mengetahui risiko dari usaha yang sedang dijalankan, tentu mereka tidak akan tinggal diam. Tetapi, berusaha untuk meminimalisir terjadinya risiko atau menghilangkannya, sehingga bisnis tetap berjalan dengan lancar, walaupun tetap ada risiko dengan ukuran yang lebih kecil.

Ilham memulai karirnya di Kantor Akuntan Publik lokal dan kemudian melanjutkan bekerja di ErnstYoung yang merupakan salah satu Kantor Akuntan 4 Besar. Dengan pengalaman dan latar belakang pendidikan, saat ini beliau memegang gelar “Akuntan Publik” (CPA) dari Institut Akuntan Publik Indonesia; “ASEAN Chartered Professional Accountant” (ACPA) dari Komite Koordinasi Akuntan Profesional ASEAN Chartered (ACPACC); Chartered Accountant (CA) dari Institute of Indonesia Chartered Accountants. Saat ini Ilham juga memiliki Sertifikasi Profesi untuk Pajak atau “Konsultan Pajak Bersertifikat dari Asosiasi Konsultan Pajak Indonesia.